Apa itu dehidrasi?
Dehidrasi
adalah kondisi di mana tubuh Anda kehilangan cairan lebih banyak
dibandingkan dengan cairan yang masuk ke dalam tubuh Anda.
Ketidakseimbangan kadar cairan dalam tubuh ini dapat mempengaruhi kadar
kandungan lain dalam tubuh Anda, seperti kadar garam dan gula, hingga
mungkin dapat menyebabkan darah menggumpal.
Sayangnya, sering kali
rasa haus baru Anda rasakan saat Anda sudah telanjur mengalami
dehidrasi. Bahkan, gejala yang timbul saat seseorang mengalami dehidrasi
dapat berbeda-beda tergantung usianya.
Tanda-tanda dehidrasi pada anak
Anak-anak
umumnya lebih rentan terserang dehidrasi karena tubuhnya yang mungil,
sehingga cadangan cairan dalam tubuhnya yang lebih sedikit dibandingkan
dengan orang dewasa. Anak-anak mengalami dehidrasi bisa
disebabkan oleh beberapa kondisi, seperti terserang demam (air yang
terkandung dalam tubuh akan menguap lebih banyak saat suhu tubuh Anda
tinggi), mengalami diare, muntah-muntah, atau mengeluarkan banyak
keringat saat bermain (didukung dengan paparan suhu yang tinggi dari
sinar matahari).
Bila anak Anda mengalami kondisi seperti yang
telah disebutkan di atas, sebaiknya waspadai gejala-gejala yang akan
mengikuti setelahnya, seperti:
- Mengeringnya lidah dan mulut
- Ketiadaan air mata saat menangis
- Mata dan pipi yang terlihat cekung ke dalam
- Menggelapnya warna kuning urin, menurunnya volume dan frekuensi buang air kecil, atau bahkan tidak buang air kecil hingga selama 6-8 jam
- Mengeringnya kulit
- Pusing, perasaan goyang, tidak stabil, atau yang sering disebut dengan sempoyongan
- Perasaan mudah lelah dan mengantuk
- Meningkatnya kecepatan detak jantung
- Pada beberapa anak, dehidrasi bahkan dapat menyebabkan tidak sadarkan diri.
Tanda-tanda dehidrasi pada orang dewasa
Beberapa
kondisi yang menyebabkan orang dewasa dapat mengalami dehidrasi antara
lain demam, paparan suhu tinggi, terlalu banyak beraktivitas hingga
akhirnya mengeluarkan keringat dalam jumlah yang tinggi, dan
muntah-muntah dan diare. Selain itu, orang dewasa juga dapat mengalami
dehidrasi karena kondisi-kondisi lain seperti peningkatan pengeluaran
urin karena serangan suatu infeksi tertentu dan terlukanya kulit (air
dalam tubuh juga dapat hilang dari kulit yang rusak).
Bila Anda
mengalami kondisi- kondisi seperti yang disebutkan di atas, Anda akan
lebih rentan mengalami dehidrasi. Sebagian besar gejala dehidrasi pada
orang dewasa serupa dengan tanda-tanda dehidrasi yang dialami oleh
anak-anak. Tapi di beberapa kondisi tertentu, seorang dewasa dapat
diindikasikan juga mengalami dehidrasi, bila mengalami gejala:
1. Bau mulut.
Seorang ahli kardiologi Lyndon B. Johnson General Hospital, John
Higgins, mengungkapkan bahwa, dehidrasi menyebabkan tubuh Anda
memproduksi air liur dalam volume yang lebih sedikit. Ketiadaan air liur
yang cukup dalam mulut dapat menyebabkan berkembangnya bakteri dalam
mulut Anda, diikuti dengan munculnya aroma yang tidak sedap dari mulut
Anda.
2. Kram otot. Seperti yang telah disebutkan
sebelumnya, berkurangnya kadar cairan dalam tubuh Anda dapat berdampak
terhadap kadar kandungan dalam tubuh yang lain. Pengurangan cairan dalam
tubuh ini akan berdampak pada elektrolit dalam tubuh Anda, lalu
mempengaruhi kadar kandungan garam dan potasium dalam tubuh yang mampu
menimbulkan efek kram otot.
3. Menginginkan makanan tertentu, terutama makanan manis.
Saat tubuh Anda mengalami penurunan cairan, hati Anda akan mengalami
kesulitan dalam memproduksi glikogen, yang merupakan hasil akhir dari
proses pengolahan gula dalam tubuh. Akibatnya, tubuh Anda menginginkan
gantinya yang sering kali berupa makanan manis.
Periksakan ke dokter, bila…
Banyak
literatur mengatakan bahwa tubuh membutuhkan air minimal sebanyak dua
liter atau kira-kira delapan gelas penuh per harinya. Namun sebenarnya,
banyak faktor yang dapat menentukan banyaknya air yang tubuh Anda
butuhkan, seperti kondisi kesehatan Anda, kondisi lingkungan Anda,
hingga aktivitas yang Anda lakukan. Tapi terlebih dari semua itu, segera
periksakan ke dokter, bila dehidrasi Anda atau anak Anda menunjukkan
gejala:
- Demam hingga 38 derajat
- Terjadi penurunan kesadaran hingga kehilangan kesadaran penuh
- Sakit kepala
- Kejang
- Mengalami kesulitan bernapas
- Rasa sakit pada dada atau bagian perut.




0 Reviews:
Post Your Review